CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Tuesday, July 19, 2011

"Awek Model Display"

Aha! Pasti sudah tahu bahawa ada begitu banyak contest bertebaran: ada Miss World, Miss International, Miss Campuss, Miss USA, Miss Indonesia,Miss Malaysia,Puteri Itu,Puteri Ini, dan masih banyak lagi. Bahkan beberapa kali mengikuti pertandingan yang sampai keMiss Universe. Para perempuan itu begitu mengikuti berbagai macam untuk mepamerkan auratnya sebebas-bebasnya. Saya juga perempuan, tapi tidakk mau untuk mempamer aurat. Itu merendahkan harkat dan martabat wanita!

Oh yaa, perempuan juga ada di iklankn pun. Mulai dari produk kecil2lan hingga mobil, semua memakai tubuh perempuan sebagai upaya menarik pelanggan dengan tujuan melariskan dagangannya. Rambut, kulit, gigi, pipi, mata, kaki, tumit, hingga ke ketiak, semua merupakan komoditi laris untuk ‘menjual’ perempuan.

Sebagai perempuan, pernahkan terpikir di benak kita “Mengapa perempuan itu begitu senang dan bangga ketika tubuhnya diekspose sedemikian rupa?” Fitrah pemalu yang ada pada diri perempuan seolah sirna ketika pandangan takjub audiens dan kilatan lampu blitz semakin menelanjangi tubuh mereka yang sudah setengah telanjang itu. Mengapa ini terjadi?

JAWAPANNNNYAAAAAAAAAAAAAAA...........

Kebodohan merajalela

Yupz, kebodohan merajalela di tubuh umat termasuk perempuan. Akibatnya jelas, perempuan menjadi mudah dibodohi dengan kemewahan duniawi. Kemolekan tubuh perempuan dijadikan ajang eksploitasi. Celakanya, justru yang mengeruk keuntungan lebih besar dari semua itu adalah mereka yang memiliki modal. Perempuan hanya dijadikan ujung tombak yang mendapat $$$$ tak seberapa. Kerana faktor kebodohan, perempuan merasa bahwa ia dipuja dan dihargai.

Macam mana tidak disebut bodoh, ketika dalam sebuah tayangan iklan, perempuan digambarkan kucel dan terbelakang dengan rambut panjang dan kacamata tebalnya. Lalu secara otomatik, perempuan ini bisa menjadi idola dengan memakai produk tertentu. Bukan produknya yang jadi masalah, namun penampilan perempuan tersebut yang ternyata berubah menjadi berambut pendek tanpa kacamata dan yang paling bikin jakun lawan jenis naik turun adalah gaya berpakaiannya. Perempuan ini memakai rok super pendek dan baju atas you can see (everything?) dan berjalan berlenggak-lenggok dengan manjanya.Semuanya, untuk jadi popular harus bertingkah murahan seperti itu?
Kasihan perempuan. Jauh lebih kasihan lagi perempuan yang dipanjang di display hanya sekadar sebagai pajangan untuk menarik minat pembeli. Mulai dari SPG (Sales Promotion Girl) yang syarat utama adalah penampilan menarik (baca: tidak memakai kerudung apalagi jilbab) hingga kontes Miss apa pun itu namanya.

Kontestan finalis lomba Miss atau Puteri-Puteri-an itu hanya dijadikan sebagai pelengkap penderita dalam setiap kesempatan.

Belum lagi para pemenang kontes umbar aurat itu selalu dijadikan ikon untuk misalnya kempen kanser, kempen AIDS, kempen2 lingkungan, dll. Padahal kontribusinya juga tak jelas pada semua gerakan tersebut. Belum lagi ketika ditanya tentang sesuatu agak detail yang membutuhkan luasnya wawasan dan kecerdasan, seringkali jawabannya tulalit. Inikah potret perempuan yang dikatakan mempunyai ‘brain, beauty dan behaviour’ itu?

Perempuan, jangan mau jadi korban!

Dari berbagai gambaran di atas, jelas sekali kalau perempuan itu hanya dijadikan objek pelengkap penderita saja. Anehnya lagi, dari pihak perempuan sendiri merasa asik-asik saja diperlakukan demikian. Tapi sebetulnya, cuma perempuan bodoh dan mau dibodohi saja yang rela diperlakukan demikian. Perempuan smart atau cerdas pasti  tidak memilih jalan hidup yang menghinakan seperti itu.

Bro n Sis, sebetulnya dalam hal ini, siapa atau pihak mana ya yang diuntungkan dengan adanya tren awek model display? Jelas kalo yang diuntungkan itu pastilah mereka orang-orang yang mendewakan materi sebagai tuhan dalam hidup ini. Mereka yang menganggap bahwa kebahagiaan terbesar adalah ketika kepuasan duniawi semisal duit dalam jumlah banyak plus perempuan bertubuh molek bertebaran di sekeliling untuk dilecehkan. Orang type ini yang ada di pikirannya hanyalah seputar perut dan apa yang di bawah perut (syahwat).

Mereka ini adalah pemodal alias orang yang mempunyai duit banyak. Dengan duit itu mereka seolah-olah mampu membeli perempuan untuk diperbudak semau mereka. Jadilah fenomena awek model display ini makin marak kerana dari pihak  perempuan sendiri memang bangga bila sudah jadi budak materi.

Orang seperti ini dilindungi oleh sistem yang bernama kapitalisme. Kerana memang dari namanya saja, sistem ini jelas menguntungkan mereka para pemilik modal. Jadi jangan heran bila akhirnya hukum rimba yang berlaku. Siapa yang kuat (duitnya banyak) dialah yang menang. Dalam hukum rimba seperti ini, hewan-hewan lain di sekeliling hanya ikut saja kerana takut dilahap si raja rimba.

Masalahnya, perempuan bukan kumpulan hewan tak berdaya. Perempuan adalah manusia dengan segenap potensi yang diberikan Sang Pencipta padanya sebagaimana yang diberikan kepada laki-laki. Perempuan mempunyai akal yang bisa dimaksimakan untuk menolak eskploitasi dirinya. Ditambah dengan keimanan yang mendalam, perempuan cerdas berani bertindak dan berkata TIDAK pada semua jenis pelecehan apa pun itu bentuknya.

Perempuan, bangkitlah!

Tak ada alasan bagi perempuan untuk berdiam diri menyaksikan kaumnya dilecehkan sedemikian rupa. Kerana sungguh, Allah tak akan mengubah nasib suatu kaum sampai kaum itu mau berusaha mengubah nasibnya sendiri (cuba check di al-Quran surat ar-Ra’d ayat 11). Begitu pula dengan perempuan.

Kapitalisme hadir untuk menghinakan perempuan dan harkat kemanusiaannya. Begitu juga isme lain yang sudah sekarat yaitu sosialisme (termasuk komunisme di dalamnya), sudah dicampakkan di banyak negeri kerana bukannya menjunjung tinggi martabat manusia tetapi malah semakin merendahkanya. Hanya Islam saja yang telah terbukti selama lebih dari 14 abad memuliakan kehidupan, bukan hanya laki-laki tapi juga perempuan.

Islam memuliakan perempuan dengan segenap keistimewaan yang ada pada dirinya. Sekuat apa pun laki-laki, ternyata surganya ada di bawah telapak kaki ibu. Sehebat apa pun seorang suami, ia bukan apa-apa tanpa perempuan salihah di sisinya. Perempuan adalah tiang negara. Kerana posisinya sebagai tiang inilah, kualiti dirinya harus benar-benar teruji sebagai penyangga sebuah peradaban.

Kualiti bukanlah kuantiti. Kualiti mengacu pada nilai diri seseorang dalam hal ini adalah perempuan. Sedangkan kuantiti mengacu pada materi atau dalam hal ini bisa disebut secara fizik. Belum pernah ada kehebatan sebuah negara ditentukan seberapa cantik atau seberapa seksi perempuan yang jadi warga negaranya. Sebaliknya, negara yang menjadikan perempuan hanya sebagai display, maka siap-siap saja menunggu kehancurannya.

Perempuan memang cantik. Ini adalah sesuatu yang alami ada pada diri setiap perempuan. Kerana kecantikan ini pula diberlakukan keistimewaan pada diri perempuan yang berbeda dengan laki-laki, semisal dalam hal berpakaian. Auratnya adalah seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan. Aturan syariat ini ada kerana Islam ingin menjaga perempuan agar tetap cantik kerana tubuh dan kulitnya terlindung di balik kain yang lembut.

Begitu juga dalam hal mencari duit untuk nafkah keluarga. Perempuan tidak mempunyai kewajiban bekerja. Bilapun ada situasi tertentu yang membuat perempuan ‘harus’ bekerja, maka itu pun harus tetap memperhatikan aturan syariat semisal dalam hal berbusana. Ia tetap harus bekerudung dan berjilbab ketika keluar rumah, tidak khalwat (berdua-duaan dengan laki-laki non mahrom), tidak ikhtilat (bercampur-baur antara laki-laki dan perempuan tanpa ada alasan yang syar’i) dan sesuai dengan fitrahnya sebagai perempuan. Satu lagi yang penting, ia pun harus mendapatkan izin dari walinya, bisa suami atau ayahnya. Subhanallah, hebatnya Islam!

Keluarnya perempuan untuk bekerja,dalam rangka memaksimakan potensi dirinya untuk kemaslahatan umat. Awek Model display hanya mengandalkan sisi keperempuanan secara tubuh, seolah perempuan tak punya modal lain selain itu saja. Ih… sgt merendahkan! Padahal bila mau, perempuan bisa sangat cerdas dan berkualiti. Inilah yang saat ini seharusnya dimaksimalkan oleh perempuan agar tak ada lagi pihak yang memperlakukan dirinya ‘habis manis sepah dibuang’. Awek Model display bila sudah tak cantik lagi dan kulitnya mulai berkerut, siapa juga yang mau mempekerjakan dirinya? Beza dengan akal dan akhlak yang lifetime-nya hingga nyawa menjemput.

So, Islam menjamin keberlangsungan perempuan dengan memaksimakan potensi akal dan akhlaknya demi kebaikan perempuan itu sendiri. Hanya perempuan yang tak tahu berterima kasih saja yang enggan memakai Islam dalam segenap aspek kehidupannya. Jadi, kalo kamu termasuk perempuan yang tahu berterima kasih terhadap yang menciptakan dirimu, plus juga cerdas dan solehah, pasti nya bakal memilih hidup cara Islam dan mencampakkan pilihan hidup lain selain Islam. HAhhh sekarang dah tahu nikmatnya Islam kn! Ok?
Jadi, profesion Awek Model Display lagi???

0 comments: